Phalcon PHP

Teknologi terus berkembang
Baru saja Laravel digadang-gadang
Phalcon-PHP telah datang menghadang
Akankah CodeIgniter terbuang??
Ownernya pun bimbang
Mungkin akan banyak developer tumbang
Tapi apapun akan dilakukan demi uang
😀

Mungkin itulah gambaran yg terjadi saat ini. Banyak sekali PHP-Framework yg dibuat sehingga membuat developer bingung. Semua menawarkan kelebihan masing-masing. Jika tidak tegas menentukan mungkin akan habis waktunya hanya untuk bimbang. Saya sendiri mengalaminya.

Tapi saya terpukau dgn salah satu framework baru yg mulai mencuat. Namanya adalah Phalcon. Tagline-nya “The fastest PHP Framework“, yaitu sebagai framework PHP tercepat. Membawa sebuah ide baru yg extrim dibandingkan framework yg lain. Oke, agar ini tidak menjadi penilaian subjektif, saya akan menjabarkan satu demi satu mengapa saya menganggap framework ini menarik.

Sebelumnya saya adalah pengembang CodeIgniter. Sangat mudah dipelajari. Oke, awalnya saya memang tidak suka PHP (plain), tapi dgn CodeIgniter semua benar-benar menjadi sederhana. Tapi pada akhirnya, ketika aplikasi semakin kompleks, CodeIgniter menjadi sangat kurang. Saya melakukan banyak modifikasi & overloading untuk mendapatkan fitur yg saya inginkan. Kabarnya CodeIgniter akan diubah seperti Laravel. Tapi entah bagaimana detailnya.

Kemudian sekitar tahun 2013 saya mendengar Laravel menjadi sangat populer. Dengan fitur bawaan yg lengkap, gaya coding yg mudah dipahami membuatnya sangat disukai. Sedikit banyak memang mirip dgn CodeIgniter, tapi memiliki fasilitas lebih dan mengeksplorasi kelebihan PHP 5.3, dimana CodeIgniter sangat tertinggal. Jujur saya tertarik. Anda mungkin bisa melihat saya masih berusaha menerjemahkan dokumentasi Laravel di blog ini.

Dan beberapa hari yg lalu, saya mendengar kosakata baru, PhalconPHP. Rasanya sangat prematur tiba-tiba memutuskan. Tapi memang dalam waktu singkat saya langsung tertarik. Saya mencari-cari informasinya, random googling. Dan saya menemukan sebuah ide baru yg menarik untuk dipelajari. Dimana Phalcon menawarkan integrasi ke web server yg lebih mendalam, performa yg cepat serta konsumsi memori yg rendah, namun tetap mempertahankan fungsionalitas yg lengkap. Bahkan berani menantang framework dewa PHP, Zend.

Perbandingan performa

Performa Phalcon PHP

Kok bisssaaaa?!?

Phalcon menggunakan ide yg tidak biasa dibanding. Jika umumnya framework PHP merupakan sebuah struktur dasar sistem, berisi kode PHP dan berbagai class yg mendeskripsikan berbagai fungsi. Maka Phalcon adalah sebuah framework PHP yg dibuat sebagai ekstensi tambahan bagi web-server. Sehingga struktur aplikasi yg ditawarkan hanya berupa struktur folder yg masih kosong ditambah dgn sebuah index.php. Semua class library framework ditulis dalam bahasa C, di-compile menjadi binari lalu di-instal ke web server. Kemudian class-class tersebut dapat diakses melalui skript PHP sebagaimana framework umumnya.

Setiap programer pasti paham, bahwa semakin rendah level bahasa maka semakin cepat eksekusinya. Itulah yg menjadi titik berat Phalcon. Framework terinstal di web-server (apache misalnya) sehingga untuk mengaksesnya tak perlu me-load file PHP, compile, baru mengeksekusi kode perintah aplikasi (bussiness logic). Sangat membebani server.

Secara fitur, Phalcon tidak kalah dr framework yg lain. Mulai dr routing, controller, model, library, view, form semuanya ada. Mau aplikasi MVC atau HMVC bisa. Saya kira semua kebutuhan fitur akan framework sudah terwakili oleh Phalcon.

Tak cukup sampai disitu, saat ini Phalcon sedang berusaha untuk masuk ke lingkungan Google App Engine. Sebagaimana kita tau, google memiliki lingkungan development yg mumpuni. Dengan aplikasi berat yg ada saat ini, kemampuan komputasi google masih tak terbantahkan. Dengan masuknya Phalcon ke GAE berarti akan menciptakan potensi aplikasi yg luar biasa.

Saya sudah melihat beberapa dokumentasinya. Gaya coding & pembuatan model relatif mudah. Berbeda dgn CodeIgniter yg menggunakan satu cara untuk satu alur fungsional, beberapa fitur di Phalcon, seperti View, menyediakan cara mudah & cara susah. Saya bilang susah karena melibatkan beberapa file & berbagai parameter. Tentu saja cara susah tsb memberikan fungsionalitas tambahan yg lebih daripada cara yg sederhana 😀

Sebagai penutup. Mungkin dokumentasi Phalcon tidak sejelas & ringkas seperti CodeIgniter, tapi Phalcon mempunyai potensi untuk sebuah aplikasi yg besar. Dan aplikasi kompleks tak mungkin dibuat dgn tool yg (terlalu) sederhana, apalagi dgn beban yg besar. Yang penting developer tetap nyaman dalam berkarnya 😀

FYI: Proyek penerjemahan dokumentasi Laravel akan saya hentikan. Dan akan saya ganti dgn menerjemahkan dokumentasi Phalcon. Bagi yg tertarik belajar. Stay tuned yak 😀

Semoga bermanfaat.
Salam 🙂