Kisah Isra’ Mi’raj

#KisahNyata

Dahulu kala diceritakan sepasang suami-istri yg saling mencintai. Begitu banyak yg telah mereka lalui. Kesenangan, kesedihan, lapang, sempit, sejahtera, boikot. Mereka tetap bersama. Tak seorangpun mampu untuk menampung semua cerita tentang kedua insan ini. Sang istri selalu setia mendampingi.

Hingga akhirnya sang istri dipanggil ke haribaan Allah swt. Begitu sedih menyelimuti hati sang suami. Hingga pd tahun yg sama Allah swt sendiri memutuskan untuk bertemu langsung dengannya. Untuk menghiburnya, menghapus kesedihan di dalam hatinya. Dan Allah swt memerintahkannya untuk lebih banyak berdoa, lebih mendekat kepada Allah swt. Mengabaikan kesedihan duniawi.

Sekembalinya ke bumi, ia pun mendapatkan istri pengganti. Untuk menentramkan hatinya. Istri yg masih sangat muda, cerdas & cantik jelita dgn pipi yg kemerahan. Tak ada yg mempertanyakan kepandaiannya dalam agama.

Namun, istri yg demikian luar biasa, tidak dapat membuatnya lupa akan sosok istrinya terdahulu. Tidak menghentikan bibirnya untuk selalu menyebut namanya. Dan bersedakah atas namanya. Bahkan di depan istri barunya.

Tak hanya satu, ia jg telah memiliki berapa istri yg lain. Putri sahabatnya, janda anak angkatnya bahkan janda dr mujahid yg ia perintahkan berperang. Seakan lubang dihatinya tak sanggup lg terobati. Walau banyak yg telah ia pilih sebagai istri pengganti. Hingga akhirnya Allah swt sendiri yg mengatakan cukup perihal ia yg berpoligamy.

Setiap orang yg mendengar cerita mereka pasti akan selalu memuliakan & mengingatnya.
Seorang istri, mungkin tampak biasa, namun hanya dgn kesetiaannya mampu menyamai mulianya seorang istri yg solehah, rupawan dan paling pandai dalam hal agama. Bahkan melebihi menurut saya.

Selamat memperingati Isra’ Mi’raj.
Dimana Allah SWT telah mengangkat kegelisahan dr hati seorang lelaki dalam menghadapi hiruk pikuk dunia.
🙂