Monthly Archives: May 2014

Dependency Injection / Service Location Phalcon

Contoh berikut agak panjang, tapi menjelaskan mengapa penggunaan Dependency Injection dan Service Location. Pertama, mari kita beranggapan sedang mengembangkan sebuah komponen yang disebut SomeComponent. Komponen ini melakukan tugas yang tidak penting sekarang. Komponen tsb memiliki beberapa ketergantungan/Dependency yang berupa koneksi ke database. Continue reading

Tutorial Phalcon 3 : Membuat RESTful API Sederhana

Dalam tutorial Phalcon ini, kami akan menjelaskan cara membuat aplikasi sederhana yang menyediakan RESTful API menggunakan metode HTTP yang berbeda:

  • GET untuk mengambil dan mencari data
  • POST untuk menambahkan data
  • PUT untuk memperbarui data
  • DELETE untuk menghapus data

Continue reading

Tutorial Phalcon 2: Penjelasan INVO

Dalam tutorial phalcon yg kedua ini, kami akan menjelaskan aplikasi yang lebih lengkap untuk memperdalam pembangunan aplikasi dengan Phalcon. INVO adalah salah satu aplikasi yang telah kita buat sebagai sampel. Invo adalah situs kecil yang memungkinkan pengguna untuk menghasilkan faktur, dan melakukan tugas-tugas lain seperti mengelola pelanggan dan produk mereka. Anda dapat mengkloning kode dari Github .

Dan juga, invo dibuat dengan Bootstrap sebagai framework (CSS) di sisi klien. Meskipun aplikasi tidak menghasilkan faktur, masih dapat digunakan sebagai contoh untuk memahami bagaimana framework bekerja. Continue reading

Benchmark Micro-Framework

Bagaimana benchmark dilakukan?

Benchmark “Hello World” telah ditunjukan untuk mengidentifikasi beban load terkecil dari tiap framework. Kali ini Benchmark Micro-Framework akan dilakukan dgn cara yg serupa.

Benchmark kali ini menggunakan  sebuah route untuk perintah HTTP ‘GET’ yg diberi parameter kemudian mengembalikan respon berupa “Hello $name”.

Continue reading

Benchmark Hello World

Bagaimana benchmark dilakukan?

Benchmark Hello World dibuat untuk melihat beban kerja terkecil pada tiap framework. Banyak orang tidak menyukai benchmark ini karena penerapan aplikasi sebenarnya membutuhkan fitur & struktur yg lebih kompleks. Bagaimanapun jg, tes ini mengidentifikasikan waktu minimum yg dibutuhkan oleh tiap framework untuk melakukan tugas yg sederhana. Yaitu sebuah tugas yg merepresentasikan kebutuhan minimum untuk tiap framework untuk memroses suatu request. Continue reading